Pages

Minggu, 10 Januari 2010

Hajat Desa Kampung Maleber Kuningan - Jawa Barat


Di sebuah desa dikabupaten Kuningan Jawa Barat, tepatnya Dusun 1 Cinangka dekat Pasar Maleber terdapat sebuah tradisi yang sudah ada sejak lama dan sampai sekarang masih terus berlanjut. Tradisi tersebut sering dikenal dengan “Hajat Desa”. Hajat Desa ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pada tanggal 1-2 Syawal untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri. Hajat Desa ini intinya merupakan sebuah acara Khitanan Massal anak-anak di desa tersebut. Uniknya pada khitanan ini adalah setiap peserta khitan harus menggunakan kostum yang bertemakan tentang kebudayaan sekitar. Dan akan diarak mengelilingi desa dengan menggunakan delman atau istilah lain dengan Ngencar. Ngencar sendiri merupakan kegiatan mengarak anak sunat keliling desa dengan menggunakan delman atau andong.

Malam sebelum diadakannya acara ini yaitu dimulai dengan khataman Al-Qur’an oleh para peserta khitan yang dimulai dari ba’da isya sampai dengan selesai. Di tempat lain, tepatnya di balai desa atau didekat masjid diadakan Kosidahan yang bertujuan sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT. Dan di pinggir jalan terdapat para pedagang kaki lima yang berjualan dari Pasar Maleber hingga ke alun-alun desa.

Selain kosidahan juga terdapat pertunjukan drama oleh pemuda-pemuda sekitar desa. Yang pada saat itu mengangkat tema tentang “Kekayaan Alam Indonesia. Acara pada malam tersebut berakhir pada pukul 24.00. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti pada esok harinya.

Keesokan harinya pada hari ke-2 setelah lebaran yaitu akan diadakan acara Ngencar yang tadi telah dijelaskan diatas. Sebelum itu para peserta khitan akan didandani layaknya seorang wayang orang, ustadz, pahlawan kemerdekaan dan lain-lain sebelum diarak mengelilingi desa. Dan uniknya disini peserta khitan akan diarak dengan diiringi pawai dari kreativitas pemuda desa. Seperti traktor dari kardus, tank dari triplek dan lain lain. Dan pengunjung sekitar juga dapat menikmati arak-arakan ini hanya dengan menyewa delman dengan harga relatif antara Rp 100.000,- sampai Rp 150.000,- atau tergantung negosiasi pengunjung dan kusir. Namun anda harus memesan delman tersebut jauh-jauh hari, karena biasanya delman tersebut disewa oleh para pengunjung pada 1 bulan sebelum acara diadakan. Atau anda tidak akan dapat menyewa delman tersebut.

Keesokan harinya pada hari ke-3 setelah lebaran yaitu akan diadakan acara inti berupa Khitanan Massal. Semua peserta khitan akan dikhitan secara massal disuatu tempat. Seperti inilah Kegiatan Kemasyarakatan atau Kebudayaan masyarakat sekitar yang disebut dengan Hajat Desa dan hingga kini masih berlangsung.


Gambar diatas merupakan kegiatan pada malam sebelum acara inti diadakan. Yaitu kosidahan ibu-ibu pengajian pada alun-alun desa


Gambar diatas merupakan kreativitas pemuda-pemuda desa berupa replika kendaraan untuk mengarak peserta khitan mengelilingi desa


Gambar diatas memperlihatkan para pengunjung yang ikut mengarak peserta khitan dengan menaiki delman yang telah disewa sebelumnya


Gambar diatas adalah gambar rombongan para peserta khitan yang sedang diarak mengelilingi desa dengan menggunakan delman

Demikian sekilas tentang Kebudayaan masyarakat Desa Maleber yang tiap tahunnya diadakan. Artikel ini ditujukan untuk tugas kuliah yaitu Soft skill. Terima Kasih telah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel ini.

Rabu, 06 Januari 2010

MUSE - Undisclosed Desires

I know you've suffered
But I don't want you to hide
It's cold and loveless
I won't let you be denied

Soothing
I'll make you feel pure
Trust me
You can be sure

I want to reconcile the violence in your heart
I want to recognise your beauty's not just a mask
I want to exorcise the demons from your past
I want to satisfy the undisclosed desires in your heart

You trick your lovers
That you're wicked and divine
You may be a sinner
But your innocence is mine

Please me
Show me how it's done
Tease me
You are the one

I want to reconcile the violence in your heart
I want to recognise your beauty's not just a mask
I want to exorcise the demons from your past
I want to satisfy the undisclosed desires in your heart

Please me
Show me how it's done
Trust me
You are the one

I want to reconcile the violence in your heart
I want to recognise your beauty's not just a mask
I want to exorcise the demons from your past
I want to satisfy the undisclosed desires in your heart

Contoh Rotasi 3D dengan Pelles C

#include
#include
#include
#include
#include

void mulaiOpenGL(void);

int main(void)
{
//
// mRunning = TRUE, aplikasi masih berjalan
// mRunning = FALSE, ??? :p
GLuint mRunning = GL_TRUE;

//
// inisialisasi GLFW
if( glfwInit() == GL_FALSE )
{
MessageBox( NULL, "ERROR :: gagal menginisialisasi GLFW", "Error!", MB_OK);
return(0);
}
//
// buat sebuah window yang akan digunakan untuk menggambar.
if( glfwOpenWindow( 640, 480, 0, 0, 0, 0, 24, 0, GLFW_WINDOW ) == GL_FALSE )
{
MessageBox( NULL, "ERROR :: gagal membuat window", "Error!", MB_OK );
glfwTerminate();
return(0);
}
//
// Set judul yang ada di window dan Swap interval.
glfwSetWindowTitle( "Praktikum Grafik Komputer LabTI" );
glfwSwapInterval( 1 );
//
// mulai OpenGL (melakukan setting awal OpenGL)
mulaiOpenGL();
//
// mulai looping utama program

float putar=1.0f;

while( mRunning )
{
//
// bersihkan layar dan depth buffer
glClear( GL_COLOR_BUFFER_BIT | GL_DEPTH_BUFFER_BIT );
glLoadIdentity();

glTranslatef(0.0f,0.0f,-20.0f);
glRotatef(putar,1.0f,1.0f,0.0f);
//
// lakukan penggambaran di sini
//------------------------------------------------------------------------------------
glBegin(GL_QUADS);
//Kubus
glColor3ub(250,200,150);
//depan
glVertex3f(-3.0f,3.0f,3.0f);
glVertex3f(3.0f,3.0f,3.0f);
glVertex3f(3.0f,-3.0f,3.0f);
glVertex3f(-3.0f,-3.0f,3.0f);

//belakang
glVertex3f(-3.0f,3.0f,-3.0f);
glVertex3f(3.0f,3.0f,-3.0f);
glVertex3f(3.0f,-3.0f,-3.0f);
glVertex3f(-3.0f,-3.0f,-3.0f);

glColor3ub(200,100,120);
//kiri
glVertex3f(-3.0f,3.0f,3.0f);
glVertex3f(-3.0f,-3.0f,3.0f);
glVertex3f(-3.0f,-3.0f,-3.0f);
glVertex3f(-3.0f,3.0f,-3.0f);

//kanan
glVertex3f(3.0f,3.0f,3.0f);
glVertex3f(3.0f,-3.0f,3.0f);
glVertex3f(3.0f,-3.0f,-3.0f);
glVertex3f(3.0f,3.0f,-3.0f);

glColor3ub(150,180,120);
//atas
glVertex3f(-3.0f,3.0f,3.0f);
glVertex3f(3.0f,3.0f,3.0f);
glVertex3f(3.0f,3.0f,-3.0f);
glVertex3f(-3.0f,3.0f,-3.0f);

//bawah
glVertex3f(-3.0f,-3.0f,3.0f);
glVertex3f(3.0f,-3.0f,3.0f);
glVertex3f(3.0f,-3.0f,-3.0f);
glVertex3f(-3.0f,-3.0f,-3.0f);
glEnd();

if(glfwGetKey(GLFW_KEY_ENTER)) putar-=0.5f;
if(putar>360.0f)putar=0.0f;


//------------------------------------------------------------------------------------
//
// tampilkan ke layar (swap double buffer)
glfwSwapBuffers();

//
// check input , apakah tombol esc ditekan atau tombol "close" diclick
mRunning = !glfwGetKey( GLFW_KEY_ESC ) && glfwGetWindowParam( GLFW_OPENED );
}

glfwTerminate();
return(0);
}

void mulaiOpenGL(void)
{
//
// Set viewport ke resolusi 640x480 viewport bisa diibaratkan
// layar monitor anda
glViewport( 0, 0, 640, 480 );
//
// Set mode OpenGL ke mode pryeksi (Projection) dan set proyeksi
// menggunakan proyeksi perspective, dengan sudut pandang (Field Of
// View) 60 derajat
glMatrixMode( GL_PROJECTION );
glLoadIdentity();
gluPerspective( 60.0f, 640.0f/480.0f, 0.1f, 1000.0f );

glMatrixMode( GL_MODELVIEW );
glLoadIdentity();
//
// Set mode gradasi warna halus (Smooth)
glShadeModel( GL_SMOOTH );
//
// warna yang digunakan untuk membersihkan layar
glClearColor( 0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f );
//
// nilai untuk membersihkan depth buffer.
glClearDepth( 1.0f );
//
// Depth test digunakan untuk menghindari polygon yang
// tumpang tindih.
glEnable( GL_DEPTH_TEST );
glDepthFunc( GL_LEQUAL );
//
// beritahu OpenGL untuk menggunakan perhitungan perspective
// yang terbaik (perhitungan ini tidak bisa selalu 100% akurat)
glHint( GL_PERSPECTIVE_CORRECTION_HINT, GL_NICEST );
}


NB : pada saat running program tekan ENTER untuk melihat perubahan rotasi nya





Selasa, 05 Januari 2010

BAHAYA Tidur Terlalu Malam Bangun Terlalu Siang

Buat yang suka bergadang dan bangun siang baca dulu yak !!!

PENEMUAN TERBARU MENGENAI KANKER HATI
Penemuan terbaru mengenai kanker hati! Jangan Tidur Terlalu Malam ! Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 Tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati(SGOT, SGPT) ,tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!!. Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK.
Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter specialis, benar benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.
Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bias memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.
Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak.. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hamper 80% dari livernya(hati) sudah termakan habis. Pasien sangat terperanjat, “ Bagaimana mungkin ?
Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?” Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “ normal “. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita ( Taiwan ). Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati. Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.
Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui didalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT didalam darah meningkat. Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati , meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi didalam hati(liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati. Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati. Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
2. Tidak buang pada pagi hari..
3. Pola makan yang terlalu berlebihan
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet,zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan..
7. Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goring saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
8. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang 3-5 bagian. Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan. Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari – hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.
Sebab :
Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun( de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Dini hari 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.


Wah ternyata bener kata bang Rhoma "Bergadang jangan bergadang, kalo tiada artinya"
hehe ;)

sumber : http://finance.groups.yahoo.com/group/media-jakarta/message/1227

Menggambar Objek 3D pada Pelles C

#include
#include
#include
#include
#include

void mulaiOpenGL(void);

int main(void)
{
//
// mRunning = TRUE, aplikasi masih berjalan
// mRunning = FALSE, ??? :p
GLuint mRunning = GL_TRUE;

//
// inisialisasi GLFW
if( glfwInit() == GL_FALSE )
{
MessageBox( NULL, "ERROR :: gagal menginisialisasi GLFW", "Error!", MB_OK);
return(0);
}
//
// buat sebuah window yang akan digunakan untuk menggambar.
if( glfwOpenWindow( 640, 480, 0, 0, 0, 0, 24, 0, GLFW_WINDOW ) == GL_FALSE )
{
MessageBox( NULL, "ERROR :: gagal membuat window", "Error!", MB_OK );
glfwTerminate();
return(0);
}
//
// Set judul yang ada di window dan Swap interval.
glfwSetWindowTitle( "Praktikum Grafik Komputer LabTI" );
glfwSwapInterval( 1 );
//
// mulai OpenGL (melakukan setting awal OpenGL)
mulaiOpenGL();
float rot =0;
//
// mulai looping utama program
while( mRunning )
{
//
// bersihkan layar dan depth buffer
glClear( GL_COLOR_BUFFER_BIT | GL_DEPTH_BUFFER_BIT );
glLoadIdentity();
gluLookAt(0.0,0.0,10.0,0.0,0.0,0.0,0.0,10.0,0.0);
//
// lakukan penggambaran di sini
//------------------------------------------------------------------------------------


glRotated(rot++,1,1,1);
//polygon depan
glBegin(GL_QUADS);
glColor3f(255,255,0);
glVertex3d(-1.0, -1.0, 1.0);
glVertex3d( 1.0, -1.0, 1.0);
glVertex3d( 1.0, 1.0, 1.0);
glVertex3d(-1.0, 1.0, 1.0);
glEnd();

//polygon belakang
glBegin(GL_QUADS);
glColor3f(255,0,0);
glVertex3d(-1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3d( 1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3d( 1.0, 1.0, -1.0);
glVertex3d(-1.0, 1.0, -1.0);
glEnd();

//polygon kanan
glBegin(GL_QUADS);
glColor3f(0,0,255);
glVertex3d( 1.0, -1.0, 1.0);
glVertex3d( 1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3d( 1.0, 1.0, -1.0);
glVertex3d( 1.0, 1.0, 1.0);
glEnd();

//polygon kiri
glBegin(GL_QUADS);
glColor3f(0,0,255);
glVertex3d(-1.0, -1.0, 1.0);
glVertex3d(-1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3d(-1.0, 1.0, -1.0);
glVertex3d(-1.0, 1.0, 1.0);
glEnd();

//polygon atas
glBegin(GL_QUADS);
glColor3f(0,255,0);
glVertex3d(-1.0, 1.0, 1.0);
glVertex3d( 1.0, 1.0, 1.0);
glVertex3d( 1.0, 1.0, -1.0);
glVertex3d(-1.0, 1.0, -1.0);
glEnd();

//polygon bawah
glBegin(GL_QUADS);
glColor3f(0,255,0);
glVertex3d(-1.0, -1.0, 1.0);
glVertex3d( 1.0, -1.0, 1.0);
glVertex3d( 1.0, -1.0, -1.0);
glVertex3d(-1.0, -1.0, -1.0);
glEnd();

glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(0,255,0);
glVertex3d(-1.0,-1.0,1.0);
glVertex3d(-1.0,1.0,1.0);
glVertex3d(0.0,0.0,2.0);
glEnd();

glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(0,0,255);
glVertex3d(-1.0,1.0,1.0);
glVertex3d(1.0,1.0,1.0);
glVertex3d(0.0,0.0,2.0);
glEnd();

glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(0,255,0);
glVertex3d(1.0,1.0,1.0);
glVertex3d(1.0,-1.0,1.0);
glVertex3d(0.0,0.0,2.0);
glEnd();

glBegin(GL_TRIANGLES);
glColor3f(0,0,255);
glVertex3d(1.0,-1.0,1.0);
glVertex3d(-1.0,-1.0,1.0);
glVertex3d(0.0,0.0,2.0);
glEnd();

//------------------------------------------------------------------------------------
//
// tampilkan ke layar (swap double buffer)
glfwSwapBuffers();

//
// check input , apakah tombol esc ditekan atau tombol "close" diclick
mRunning = !glfwGetKey( GLFW_KEY_ESC ) && glfwGetWindowParam( GLFW_OPENED );
}

glfwTerminate();
return(0);
}

void mulaiOpenGL(void)
{
//
// Set viewport ke resolusi 640x480 viewport bisa diibaratkan
// layar monitor anda
glViewport( 0, 0, 640, 480 );
//
// Set mode OpenGL ke mode pryeksi (Projection) dan set proyeksi
// menggunakan proyeksi perspective, dengan sudut pandang (Field Of
// View) 60 derajat
glMatrixMode( GL_PROJECTION );
glLoadIdentity();
gluPerspective( 60.0f, 640.0f/480.0f, 0.1f, 1000.0f );

glMatrixMode( GL_MODELVIEW );
glLoadIdentity();
//
// Set mode gradasi warna halus (Smooth)
glShadeModel( GL_SMOOTH );
//
// warna yang digunakan untuk membersihkan layar
glClearColor( 0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f );
//
// nilai untuk membersihkan depth buffer.
glClearDepth( 1.0f );
//
// Depth test digunakan untuk menghindari polygon yang
// tumpang tindih.
glEnable( GL_DEPTH_TEST );
glDepthFunc( GL_LEQUAL );
//
// beritahu OpenGL untuk menggunakan perhitungan perspective
// yang terbaik (perhitungan ini tidak bisa selalu 100% akurat)
glHint( GL_PERSPECTIVE_CORRECTION_HINT, GL_NICEST );
}


semoga berguna bagi semua nya :)